Inovasi Media Pembelajaran Kahoot oleh Mahasiswa di Jenjang Sekolah Dasar

 

    Program Kampus Mengajar merupakan program yang dilaksanakan pada tahun 2020 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi yang berbeda di seluruh Indonesia. Program Kampus Mengajar tahun ini mengharuskan pendidik dan peserta didik untuk beradaptasi dalam pandemi Covid-19. Adalanya Program Kampus Mengajar diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan menerjunkan mahasiswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP).

    Program Kampus Mengajar dibentuk oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mahasiswa sebagai perantara dalam berjalannya program ini, diterjunkan khususnya dalam jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk memberikan solusi kepada pendidik dalam mengoptimalkan pembelajaran di era pandemi Covid-19 yang serba terbatas. Selain itu, Program Kampus Mengajar dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan diri dan mendapatkan pengalaman melalui aktivitas yang dilakukan di luar perkuliahan sehingga saat sudah melakukan pengabdian, mahasiswa telah mendapatkan pengalaman yang bisa diterapkan.

    Pelaksanaan Program Kampus Mengajar yang menerjukan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia difokuskan pada aspek peningkatan numerasi, literasi, adaptasi teknologi, dan adminitrasi bagi sekolah, pendidik, dan peserta didik. Adapun 46 mahasiswa dari Unviersitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) diterjukan diberbagai jenjang pendidikan untuk membantu dalam 4 aspek tersebut. Ika Priharyani merupakan penulis sebagai salah satu mahasiswa UNIMMA diterjunkan di SD Negeri Salaman 3 yang beralamatkan Jl. Raya No. 87, Brengkel Satu, Salaman, Kec. Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa tengah, kode pos 56162.

Penerjunan mahasiswa di SD Negeri Salaman 3 berjumlah 6 orang dari universitas yang berbeda. Diantaranya 2 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Magelang, 3 mahasiswa dari Universitas Negeri Tidar, dan 1 mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pelaksanaan Program Kampus Mengajar di SD Negeri Salaman 3 dilakukan berbagai program kegiatan agar dapat memberikan kemudahan bagi sekolah, pendidik, dan peserta didik.

    Sebelum pelaksanaan program kegiatan, maka dilakukan dengan melakukan observasi terlebih dahulu sehingga mahasiswa dapat memberikan solusi bagi pendidik untuk kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring dengan mematuhi protokol kesehatan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara daring dilakukan dengan media sosial seperti WhatsApp Group.

    Dari observasi yang dilakukan, penulis  sebagai mahasiswa memberikan suatu inovasi pembelajaran dimana pembelajaran ini membuat siswa mahir akan teknologi, suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosakan. Hal ini dikarenakan hasil observasi yang dilakukan terhadap siswa menunjukkan kurangnya antusiasme dari siswa saat pembelajaran. Hal ini juga bisa dimaklumi karena selama masa pandemi kurang lebih satu setengah tahun siswa tidak belajar secara tatap muka sehingga minat belajar siswa menurun.

    Inovasi media pembelajaran yang diberikan yaitu penggunaan game kahoot. Hal ini dilihat dari mayoritas perekonomian keluarga siswa pada kategori menengah sehingga banyak siswa yang sudah memiliki gadget. Penggunaan game kahoot juga telah disosialisasikan kepada pendidik dan orang tua siswa sehingga dapat terjalin kolaborasi dalam pembelajaran. Game kahoot dilaksanakan dengan memfokuskan pada aspek numerasi dan literasi siswa.



Game kahoot digunakan untuk membuat kuis dan game sederhana yang mudah dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar (SD). Pemanfaatan game kahoot diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik sehingga peserta didik akan lebih interaktif dalam pembelajaran untuk menunjang prestasi belajarnya. Selain itu game kahoot juga melatih kemampuan motorik peserta didik dan membantu peserta didik untuk berfikir lebih cepat dalam menjawab soal.


Komentar

Posting Komentar